[
    {
        "question": "Bahan semikonduktor intrinsik yang paling banyak digunakan dalam pembuatan komponen elektronika adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Aluminium dan Tembaga",
            "Silikon dan Germanium",
            "Karbon dan Mika",
            "Besi dan Emas"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Proses penambahan atom pengotor (doping) pada bahan semikonduktor murni bertujuan untuk...",
        "image": "",
        "options": [
            "Mengurangi titik leleh semikonduktor",
            "Menjadikannya isolator yang baik",
            "Meningkatkan konduktivitas listrik",
            "Mengurangi berat fisik komponen"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Semikonduktor tipe-N memiliki pembawa muatan mayoritas berupa...",
        "image": "",
        "options": [
            "Hole (Lubang)",
            "Elektron",
            "Proton",
            "Neutron"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Semikonduktor tipe-P memiliki pembawa muatan mayoritas berupa...",
        "image": "",
        "options": [
            "Hole (Lubang)",
            "Elektron",
            "Proton",
            "Neutron"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Fungsi utama dari sebuah dioda penyearah (rectifier) adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Menurunkan tegangan DC",
            "Mengubah arus AC menjadi DC",
            "Memperkuat sinyal suara",
            "Menyimpan muatan listrik"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Dioda akan menghantarkan arus listrik (berada pada kondisi ON) jika diberikan bias...",
        "image": "",
        "options": [
            "Maju (Forward Bias)",
            "Mundur (Reverse Bias)",
            "Saturasi",
            "Cut-off"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Syarat terjadinya Forward Bias pada dioda adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Anoda dan Katoda dihubungkan ke kutub negatif",
            "Anoda dihubungkan ke kutub negatif, Katoda ke kutub positif",
            "Anoda dihubungkan ke kutub positif, Katoda ke kutub negatif",
            "Anoda dan Katoda tidak dihubungkan ke sumber"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Tegangan ambang (barrier potential) standar untuk dioda berbahan Silikon adalah sekitar...",
        "image": "",
        "options": [
            "0,3 Volt",
            "0,7 Volt",
            "1,2 Volt",
            "2,0 Volt"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Jenis dioda yang khusus dirancang untuk beroperasi pada daerah reverse-bias dan sering digunakan sebagai penstabil tegangan adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Dioda Bridge",
            "Light Emitting Diode (LED)",
            "Dioda Zener",
            "Photodiode"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Pada komponen LED (Light Emitting Diode), kaki terminal yang lebih panjang menunjukkan kutub...",
        "image": "",
        "options": [
            "Katoda (Negatif)",
            "Anoda (Positif)",
            "Basis",
            "Emitor"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Transistor Bipolar (BJT) memiliki tiga kaki terminal utama, yaitu...",
        "image": "",
        "options": [
            "Gate, Source, Drain",
            "Anoda, Katoda, Gate",
            "Basis, Kolektor, Emitor",
            "Anoda, Katoda, Emitor"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Agar transistor NPN dapat aktif dan menghantarkan arus dari Kolektor ke Emitor, maka terminal Basis harus diberi tegangan...",
        "image": "",
        "options": [
            "Lebih negatif dari Emitor",
            "Lebih positif dari Emitor",
            "Sama dengan Emitor",
            "Sama dengan Kolektor"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Dua fungsi utama dari transistor BJT dalam rangkaian elektronika adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Sebagai penyearah dan penyimpan tegangan",
            "Sebagai penguat sinyal dan saklar (switching)",
            "Sebagai filter dan isolator",
            "Sebagai penghasil panas dan cahaya"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Ketika transistor digunakan sebagai saklar dan dalam kondisi terbuka (OFF/tidak menghantarkan arus), transistor berada pada daerah kerja...",
        "image": "",
        "options": [
            "Saturasi",
            "Aktif",
            "Breakdown",
            "Cut-off"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 3
    },
    {
        "question": "Ketika transistor digunakan sebagai saklar dan dalam kondisi tertutup (ON/arus Kolektor-Emitor mengalir penuh), transistor berada pada daerah kerja...",
        "image": "",
        "options": [
            "Saturasi",
            "Aktif",
            "Cut-off",
            "Breakdown"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Pada transistor NPN, arus yang paling besar mengalir pada terminal...",
        "image": "",
        "options": [
            "Basis",
            "Kolektor",
            "Emitor",
            "Gate"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Transistor PNP akan menghantarkan arus dari Emitor ke Kolektor jika Basis diberi pemicu berupa...",
        "image": "",
        "options": [
            "Arus Positif",
            "Arus Negatif (Ground)",
            "Tegangan tinggi melebihi tegangan Kolektor",
            "Arus Bolak-balik (AC)"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Ciri ideal saat transistor NPN berada pada mode saturasi (saklar ON) adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Tegangan VCE mendekati 0 Volt",
            "Arus Kolektor menjadi nol",
            "Tegangan Basis harus negatif",
            "Arus Basis harus nol"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Pada rangkaian praktikum Water Level Sensor, fungsi air di dalam tangki bertindak sebagai...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Sumber tegangan utama",
            "Penghantar arus (konduktor) ke Basis transistor",
            "Beban pengganti lampu LED",
            "Pendingin transistor (heatsink)"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Jika air belum menyentuh sensor (kabel pengindera), maka transistor pada rangkaian water level akan berada dalam kondisi...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Aktif",
            "Saturasi",
            "Cut-off",
            "Short Circuit"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Beban seperti LED atau Buzzer pada rangkaian water level dengan transistor NPN, idealnya dihubungkan antara VCC (Positif) dan terminal...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Basis",
            "Emitor",
            "Kolektor",
            "Ground"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Saat air menyentuh kabel probe, ada arus kecil yang mengalir. Arus kecil ini masuk ke terminal Basis untuk mengatur arus yang jauh lebih besar di terminal...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Anoda - Katoda",
            "Kolektor - Emitor",
            "Emitor - Basis",
            "Gate - Source"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Tujuan dipasangnya resistor pada kaki Basis transistor di rangkaian sensor water level adalah...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Memperbesar arus masuk",
            "Mencegah kerusakan transistor akibat arus Basis berlebih",
            "Mengurangi sensitivitas sensor",
            "Memperpendek umur baterai"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Jika air sudah penuh tetapi lampu LED indikator tidak menyala terang (hanya redup), penyebab teknis yang paling mungkin adalah...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Transistor sudah rusak",
            "Daya hantar air kurang atau resistor Basis terlalu besar",
            "Tegangan VCC terlalu besar",
            "Lampu LED putus"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Analisis saklar: Dalam perancangan, saat probe tersentuh air penuh, tegangan Kolektor ke Ground pada transistor NPN idealnya akan terbaca...",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "Sama dengan tegangan VCC (sumber)",
            "Mendekati 0 Volt",
            "Sama dengan tegangan Basis",
            "Fluktuatif mengikuti gelombang air"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Berapakah nilai resistansi untuk resistor dengan gelang warna Merah, Merah, Merah, Emas?",
        "image": "",
        "options": [
            "220 Ohm \u00b1 5%",
            "2.200 Ohm \u00b1 5%",
            "22.000 Ohm \u00b1 5%",
            "22 Ohm \u00b1 10%"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Resistor 470 Ohm dengan toleransi 5% akan memiliki urutan warna gelang...",
        "image": "",
        "options": [
            "Kuning, Ungu, Coklat, Emas",
            "Kuning, Ungu, Merah, Emas",
            "Hijau, Biru, Coklat, Emas",
            "Kuning, Abu-abu, Hitam, Emas"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Berapakah nilai toleransi sebuah resistor jika gelang warna keempatnya adalah Perak?",
        "image": "",
        "options": [
            "1%",
            "5%",
            "10%",
            "20%"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Coklat, Hitam, Merah, Emas. Nilai resistor tersebut adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "100 Ohm",
            "1.000 Ohm (1k\u03a9)",
            "10.000 Ohm (10k\u03a9)",
            "10 Ohm"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Gelang ketiga pada resistor 4 pita warna melambangkan...",
        "image": "",
        "options": [
            "Angka pertama",
            "Angka kedua",
            "Faktor pengali (Multiplier)",
            "Nilai toleransi"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Jika tiga buah resistor masing-masing bernilai 100 Ohm disusun secara SERI, maka nilai hambatan penggantinya (total) adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "33,3 Ohm",
            "100 Ohm",
            "300 Ohm",
            "10.000 Ohm"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Dua buah resistor bernilai 1.000 Ohm (1k Ohm) disusun secara PARALEL. Hambatan totalnya menjadi...",
        "image": "",
        "options": [
            "500 Ohm",
            "1.000 Ohm",
            "2.000 Ohm",
            "1 Ohm"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Rangkaian resistor yang disusun secara SERI memiliki karakteristik utama yaitu berfungsi sebagai...",
        "image": "",
        "options": [
            "Pembagi arus listrik",
            "Pembagi tegangan listrik",
            "Penyaring frekuensi tinggi",
            "Penambah daya baterai"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Rangkaian resistor yang disusun secara PARALEL memiliki karakteristik di mana...",
        "image": "",
        "options": [
            "Tegangan pada setiap resistor sama besar",
            "Arus pada setiap resistor sama besar",
            "Hambatan total menjadi lebih besar dari resistor terbesar",
            "Terjadi korsleting"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Ada resistor R1 = 2k Ohm diparalel dengan R2 = 2k Ohm. Kemudian gabungan keduanya diseri dengan R3 = 1k Ohm. Nilai hambatan totalnya adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "5k Ohm",
            "4k Ohm",
            "2k Ohm",
            "1k Ohm"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Rumus dasar Hukum Ohm untuk mencari Tegangan (V) adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "V = I / R",
            "V = R / I",
            "V = I x R",
            "V = P x I"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Jika sebuah rangkaian dipasang pada sumber tegangan 12 Volt dan memiliki hambatan total 4 Ohm, berapakah arus yang mengalir?",
        "image": "",
        "options": [
            "3 Ampere",
            "8 Ampere",
            "16 Ampere",
            "48 Ampere"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    },
    {
        "question": "Arus sebesar 2 Ampere mengalir melewati resistor bernilai 5 Ohm. Berapakah tegangan jatuh (voltage drop) pada resistor tersebut?",
        "image": "",
        "options": [
            "2,5 Volt",
            "7 Volt",
            "10 Volt",
            "20 Volt"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 2
    },
    {
        "question": "Menurut Hukum Ohm, jika nilai hambatan (R) dijaga tetap, maka hubungan antara Tegangan (V) dan Arus (I) adalah...",
        "image": "",
        "options": [
            "Berbanding terbalik",
            "Berbanding lurus",
            "Tidak saling mempengaruhi",
            "Berubah secara eksponensial"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 1
    },
    {
        "question": "Perhatikan gambar: Ketika probe (sensor mendeteksi air, lalu basis transistor mendapatkan arus positif melalui pengahantar air, kemudian transistor dalam kondisi (ON atau Satirasi), berapakah arus yang mengalis pada resistor 560 ohm jika tegangan LED sebesar 2 Volt dan sumbertegangan baterai adalah 9 Volt?",
        "image": "img/water-level.png",
        "options": [
            "12,5 mA",
            "16 mA",
            "0,0125 mA",
            "3,5 mA"
        ],
        "optionImages": [
            "",
            "",
            "",
            ""
        ],
        "correctAnswer": 0
    }
]